MADRID, (PRLM).- Kehilangan satu orang editor top di sebuah harian besar Spanyol bisa dianggap kurang beruntung. Kehilangan dua Editor top bisa dianggap ceroboh. Tapi jika tiga harian terbesar di Spanyol mengganti editor-editor topnya dalam beberapa bulan terakhir ini, itu jelas ada sesuatu yang terjadi.
Banyak penjelasan bahwa perubahan kepemimpinan di El Pais, El Mundo dan La Vanguardia disebabkan oleh krisis ekonomi negara tersebut, yang telah mengakibatkan pendapatan iklan dan sirkulasi anjlok. Penjelasan lainnya serupa dengan apa yang terjadi di koran-koran terkenal di dunia: migrasi pembaca dari media cetak ke internet.
Tapi para analis media di Spanyol mengatakan bahwa ada faktor lainnya yang berpengaruh. Hampir 40 tahun setelah transisi negara tersebut ke demokrasi, ada sekitar lebih dari 300 jurnalisme terbit. Media memberhentika para jurnalis veteran selama krisis ekonomi dan para jurnalis muda mulai menapakkan kakinya pada industri ini.
Setelah Spanyol didera masalah finansial yang akut, warga Spanyol mulai meminta akuntabilitas lebih dari institusi mereka, ujar Rafael Anibal, mantan jurnalis yang kini bekerja di bidang komunikasi. "Orang pergi mencari sumber informasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan kekuasaan."
Di sisi lain, media tradisional berusaha keluar dari krisis dengan menjadi lebih dilembagakan. Anibal menunjuk pada harian terdepan Spanyol, El Pais, yang didirikan pada akhir 1970an, beberapa bulan setelah kematian diktator Francisco Franco. Terperosok dalam utang, pemilik harian tersebut, Prisa, baru-baru ini melakukan kesepakatan yang akan mendapatkan penangguhan hukuman dari kreditur tetapi 16 persen sahamnya diserahkan kepada para bankir perusahaan tersebut.
Hasilnya, ujar mantan jurnalis El Pais Pere Rusinol, adalah bahwa sekarang tidak mungkin untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi media cetak dari situasi finansialnya. "Anda tidak bisa mendapatkan kebebasan pers di dalam sebuah perusahaan yang bangkrut dan menjadi milik bank."
Dia mengutip investigasi nasional Spanyol,"Ini adalah berita yang muncul di seluruh koran internasional. Tapi, El Pais tidak meletakkanya di halaman depan koran mereka," ujar Rusinol, yang kini bekerja di majalah satirikal Mongolia dan Alternativas Economicas. "Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa kini tidak mungkin untuk melakukan aktivitas jurnalisme di media tradisional."
Ketika editor El Mundo Pedro J Ramirez meninggalkan jabatannya, dia berkata bahwa kekuatan politik telah memberikan perngaruh yang cukup besar pada ruang berita. Dalam sebuah editorial terakhir, dia melaporkan adanya dugaan pembayaran rahasia dari perdana menteri, Mariano Rajoy, menepis pengunduran dirinya. "Kekuasaan ini telah mempengaruhi El Mundo menjadi terasingkan dan perusahaan-perusahaan besar Ibex, dengan beberapa pengecualian, bertindak menyesuaikan." Ramirez tetap di koran tersebut sebagai kolumnis.
Media-media baru online, El Confidencial, kini menjadi harian paling sering dibaca, meraup keuntungan lebih dari 5 juta euro per bulan. Mereka mengatakan fokus mereka telah beralih pada peningkatan audiens. Tujuannya untuk memperkenalkan warga Spanyol pada media yang telah berpisah dengan kekuasaan struktur dan institusi tradisional.
Para wartawan di El Pais enggan untuk berbicara terkait tekanan yang ada di ruang berita. Tapi salah satu dari mereka berkata,"Semua orang tahu di sini bahwa jika anda mulai menulis berita tentang sebuah bank, tidak ada yang melarang anda melakukannya. Mereka akan memberi tahu anda bahwa anda tidak punya cukup dukungan untuk menulis berita tersebut, atau berita tersebut tidak seperti yang ada pikirkan."
Javier Moreno, mantan editor di El Pais, menolak klaim yang mengatakan bahwa ada pengaruh di dalam ruang berita. "Saya bisa berkata jujur bahwa saya tidak pernah mendapatkan tekanan dari para pemegang saham ataupun para pemilik iklan."
Pengganti Moreno, Antonio Cano, yang akan mulai mengamil alih pada Mei mendatang, membandingkan perbedaan antara media baru dan media tradisional. "Kami adalah koran berkualitas, kami harus mengkonfirmasi banyak hal, kami harus memeriksa sebuah berita sebelum terbit. Tapi kami akan memberitakan korupsi dimanapun itu terjadi."
Cano menekankan dirinya telah menghabiskan lebih dari 15 tahun berkarier sebagai koresponden asing. "Saya bukanlah editor klasik koran Spanyol. Secara tradisional mereka memiliki berbagai koneksi dan teman. saya tidak memiliki jaringan koneksi seperti itu. Saya orang baru di tempat ini." (guardian/isa-job/A-147)***
Pembaca Ingin Opini Baru, Spanyol Revolusi Media
Tag: OPINI