![]() |
| Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah, Imam Addaruqutni di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/3). Foto: M Fathra Nazrul/JPNN.Com |
JAKARTA - Pengurus Pusat
(PP) Muhammadiyah untuk pertama kalinya bakal menggelar kongres politik.
Rencananya, kongres politik itu akan digelar oleh Lembaga Hikmah dan
Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah pada 2-3 April nanti.
Menurut Ketua LHKP Muhammadiyah, Imam
Addaruqutni, kongres itu diadakan sebagai ekspresi atas keprihatinan
terhadap persoalan bangsa sejak reformasi bergulir. "Kongres ini dilatar
belakangi keprihatinan mendalam. Setelah era reformasi dari sekian kali
pemilu hasilnya itu tidak mengarah pada kemajuan bangsa yang leading,
unggul," katanya di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat,
Kamis (27/3).
Menurutnya, kongres yang sengaja digelar
jelang pemilu ini karena Muhammadiyah berharap brakyat tidak alergi dan
antipati terhadap politik. Sebab, justru politik bisa menjadi cara untuk
membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul.
Imam menambahkan, sejak reformasi bergulir
ternyata banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan. Misalnya
korupsi meningkat, integritas politisi semakin luntur, hingga banyak
produk undang-undang yang tidak prorakyat.
Namun, Imam menegaskan bahwa upaya itu
bukan karena didasari tidak adanya representasi Muhammadiyah di
pemerintahan. Sebab, kencangnya kritikan Muhammadiyah kepada pemerintah
sering danggap lantaran tidak ada kader dari organisasi pimpinan Din
Syamsuddin itu yang jadi menteri.
"Pandangan itu sesuatu yang tidak benar.
Tradisi Muhammadiyah sejak dulu tidak mencari apa-apa. Kritik tetap
berlangsung baik itu ada jabatan maupun tidak ada jabatan. Karena itu
kita ingin ingatkan warga Muhammadiyah dan bangsa, bahwa tanpa peran
Muhammadiyah tampaknya juga ada yang kurang," tandasnya.
Kongres politik Muhammadiyah akan
menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara. Mulai dari
Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Syafi'i Maarif hingga Amien Rais.(fat/jpnn)
