![]() |
| Ilustrasi |
Untuk itu Praktisi Pendidikan Dr. Arief Rahman, M.Pd menganjurkan orangtua untuk menerapkan budaya santun sejak usia dini. Hal ini menjadi alasan kuat agar anak Indonesia terhindar dari tindak kriminal.
Banyaknya pemberitaan tentang tindak kriminal baru baru ini, kerap membuat orangtua merasa was-was meninggalkan anaknya di sekolah. Padahal, menurut Dr. Arief Rahman, orangtua tidak mesti khawatir jika anak-anak mereka dididik dengan budaya santun di rumahnya.
Namun, apakah kita dapat menghindari anak yang sebetulnya memiliki prilaku nakal? Mantan kepala sekolah Labschool ini, pun berpendapat bahwa anak tidak akan berprilaku nakal, jika temannya tidak nakal. Oleh sebab itu, penerapan budaya santun baik di sekolah maupun di rumah sangat penting
“Budaya santun, ramah, baik kepada oranglain, tidak bicara kasar, tentu tidak akan membuat anak-anak akan berbuat kejahatan. Orangtua harus mengajak anak untuk berbuat santun sejak dini,” terangnya kepada Okezone lewat sambungan telefon, belum lama ini.
Selanjutnya, Dr. Arief Rahman, M.Pd, juga memaparkan bahwa anak-anak tidak akan berbuat nakal jika dari orangtua atau sekelilingnya tidak mengajarkan hal-hal negatif kepadanya. Selain itu, memilah film-film tidak layak ditonton untuk anak di bawah umur juga wajib diterapkan orangtua.
“Tontonan kekerasan kalau bisa dihindari, anak-anak itu tidak akan nakal kalau sekelilingnya tidak mengajarkan berbuat nakal atau negatif, anak kecil itu sangat suci dan mengikuti apa yang dilakukan orang dewasa. Makanya, kita sebagai orang dewasa harus berhati,” tutupnya.
(ren)
