PARIWISATA

KORUPSI

SAMOSIR

NASIONAL

DAERAH

BUDAYA

HUKUM

» » Jelang Pemilu 2014, Wajar Aktor Politik Saling Serang

JAKARTA - Kurang dari dua pekan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) 2014. Berbagai trik dan intrik digelorakan masing-masing parpol untuk saling serang.

"Wajar, setiap aktor politik itu rumusnya sederhana. Kalau bisa didelegitimasi kenapa enggak. Saya tentu akan melegitimasi diri saya sendiri," jelas pakar psikologi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk, dalam sebuah diskusi, di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/3/2014).

Menurutnya, ruang percaturan politik memiliki ruang ketegangan. Sebab, politik tidak pernah bicara satu dengan satu orang. Tapi, dengan permufakatan orang banyak.

"Politik adalah seni untuk memunculkan kemungkinan tertentu sebagai hasil dari sebuah ketegangan macem-macem. Dan semua politisi bermain dalam permainan itu. Tapi yang bisa ikut bermain di situ adalah aktor yang memiliki bargaining mencukupi," tegasnya.

Hamdi menyatakan, tidak mungkin orang masuk ke dunia politik kalau tidak punya kekuatan dan bargaining (nilai tawar). Selain itu, politik juga soal persepsi.
‎
"Setiap aktor politik berusaha membangun opini publik, karena legitimasi politisi untuk bisa dapat mandat mengelola kekuasaan," terang Hamdi.

Dia juga menerangkan, poltik juga ajang adu wacana untuk saling menyerang parpol lain. "Dalam politik orang akan beradu wacana, kita harus kritis yang buat wacana ini siapa, perlu dibuat tandingan," tutupnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post
Comments
0 Comments

No comments:

Leave a Reply